Sekolah di Bireuen Bangkit Pascabanjir, Murid Kembali Merajut Masa Depan

Feb 3, 2026

BIREUEN – Sebelum bencana banjir melanda, aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 2 Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, berjalan normal tanpa kendala berarti. Proses pembelajaran berlangsung lancar, sarana prasarana sekolah dapat digunakan sebagaimana mestinya, dan kegiatan sekolah berjalan sesuai perencanaan.

Situasi berubah drastis setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada 26 November 2025 sekitar pukul 03.00 dini hari. Banjir dengan ketinggian air lebih dari satu meter merendam hampir seluruh area sekolah. Lumpur setinggi rata-rata setengah meter menutup ruang-ruang kelas, sementara dua bidang bangunan sekolah dilaporkan roboh. Perabot sekolah, buku pelajaran, hingga perangkat komputer rusak dan tidak dapat digunakan kembali.

Akibat bencana itu, sekolah tidak bisa langsung digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). “Setelah banjir, sekolah memang tidak bisa dipakai lagi untuk pembelajaran. Buku-buku siswa hancur, komputer juga tidak bisa digunakan. Bahkan, sejumlah siswa kehilangan perlengkapan belajar dan tempat tinggal karena rumah mereka berada di pesisir sungai yang terdampak banjir,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Peusangan, Bireuen, Andrian.

Pascabencana, pihak sekolah bersama guru dan masyarakat sekitar melakukan inisiatif pembersihan secara gotong royong. Upaya tersebut memungkinkan enam ruang kelas dibersihkan dan digunakan secara terbatas. Sayangnya, karena keterbatasan ruang dan perabot, pembelajaran dilakukan secara bergilir. Siswa kelas VII, VIII, dan IX masuk sekolah secara bergantian setiap hari.

Langkah gerak cepat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) menjadi titik balik pemulihan sekolah. Kemendikdasmen menyalurkan bantuan dana pembersihan sekolah. Selain itu, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) menyalurkan 206 set perlengkapan siswa.

“Bantuan itu sangat membantu dan kami rasakan manfaatnya. Kami bisa fokus membersihkan sekolah secara maksimal dan mendatangkan tenaga tambahan dari luar,” papar Andrian.

Memasuki tahun ajaran baru, sekolah mulai aktif kembali sejak 5 Januari 2026. Sekitar 90 persen murid sudah mengikuti pembelajaran tatap muka. Kendala masih dialami siswa yang tinggal di seberang sungai karena akses transportasi terbatas dan tidak adanya jembatan penyeberangan.

Selain sarana pembelajaran, aspek keamanan sekolah juga menjadi perhatian. Sekitar 150 meter pagar sekolah roboh akibat banjir, sehingga diperlukan perbaikan untuk menjamin keamanan lingkungan sekolah.

Pihak sekolah berharap adanya bantuan lanjutan, terutama untuk pengadaan buku paket, komputer pembelajaran, serta perbaikan pagar sekolah. “Alhamdulillah, bantuan yang ada sangat membantu kami untuk bangkit. Kami berharap ke depan kebutuhan mendasar siswa bisa segera terpenuhi,” ujar pihak sekolah.

Share:
logo

DIREKTORAT JENDERAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2024 menjelaskan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah diantaranya adalah menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, serta pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
KONTAK KAMI
KANTOR PUSATKompleks Kemdikbud Gedung E Lantai 5 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
021-5725610
021-5725610
pauddikdasmen@kemdikbud.go.id
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Copyright © 2020 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi All rights reserved.